Bersama Mengejar Ketertinggalan: Program Calistung KKN untuk Siswa SD
Pulerejo — Mahasiswa KKN Universitas PGRI Madiun melaksanakan program pendampingan calistung di tiga sekolah dasar mitra Desa Pulerejo sebagai upaya membantu siswa yang masih kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Program ini dirancang berdasarkan temuan lapangan yang menunjukkan adanya sejumlah siswa, terutama di kelas rendah, yang masih tertinggal dalam kemampuan dasar mereka.
Di Desa Pulerejo, Kecamatan Pilangkenceng, mahasiswa KKN menemukan bahwa beberapa siswa belum mengenal huruf, kesulitan mengeja suku kata, hingga belum mampu menulis kalimat pendek maupun berhitung. "Kebanyakan kalau yang belum bisa itu di kelas rendah, Mbak," ungkap salah satu guru saat ditemui. Temuan ini menjadi dasar lahirnya program pendampingan calistung agar siswa dapat mengejar ketertinggalan melalui bimbingan intensif.
Program ini dilaksanakan secara rutin di tiga sekolah. Setiap Selasa, pendampingan dilakukan di SDN Pulerejo 02 pukul 09.00–10.00 WIB dengan peserta didominasi siswa kelas 1 dan 2, serta beberapa siswa kelas 5 yang masih membutuhkan dukungan. Latihan yang diberikan mencakup membaca, menulis, dan berhitung sesuai kemampuan masing-masing siswa.
Pada hari Kamis, kegiatan berlangsung di SDN Pulerejo 03 pukul 12.00–13.00 WIB setelah jam sekolah. Sebagian besar siswa kelas 2 di sekolah ini sebenarnya sudah menguasai calistung dasar, sehingga pendampingan difokuskan pada penguatan keterampilan, seperti memperbaiki penulisan huruf dan meningkatkan kelancaran membaca.
Setiap Jumat, kegiatan diadakan di SDN Pulerejo 01 pukul 09.00–10.00 WIB. Meskipun hanya diikuti tiga siswa, masing-masing memiliki kemampuan yang sangat beragam. Ada yang sudah mampu membaca tetapi masih kesulitan menulis, sementara siswa lain masih belum mengenal huruf. Kondisi ini membuat pendampingan dilakukan secara lebih personal agar setiap anak mendapatkan bimbingan yang sesuai kebutuhan.
“Anak-anak yang awalnya belum mengenal huruf kini mulai berani membaca kata sederhana,” ujar salah satu mahasiswa KKN. Perkembangan memang terjadi secara bertahap, tetapi perubahan positif mulai terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri siswa saat membaca maupun berhitung.
Program calistung ini diharapkan tidak berhenti saat kegiatan KKN berakhir. Mahasiswa mendorong agar sekolah dapat melanjutkan pendampingan melalui sesi membaca bersama, latihan menulis terstruktur, hingga bimbingan tambahan oleh guru kelas. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, siswa-siswa yang masih tertinggal dapat terus berkembang sesuai tahapan belajar mereka.
Sebagaimana tujuan utama KKN UNIPMA, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Pulerejo. Melalui langkah kecil dan konsisten, program calistung ini diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi kemampuan dasar siswa.