Keluarga Melek Digital: Menjaga Anak di Era Teknologi, dari Risiko hingga Manfaat
Dusun Sumber Belik, Desa Pulerejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun 24 November 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Desa Pulerejo berhasil menyelenggarakan workshop keluarga melek digital: Menjaga Anak di Era Teknologi, dari Risiko hingga Manfaat pada hari Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Pulerejo 02 dengan dihadiri oleh orang tua/ wali murid siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai sasaran utama.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), yaitu Dr. Dewi Tryanasari, S.Pd., M.Pd. Dalam sesinya, beliau menekankan kunci utama adalah membangun Literasi Digital Keluarga dengan pernyataannya:
"Literasi digital bukan hanya tentang bisa mengoperasikan gawai, melainkan kemampuan untuk menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi digital secara etis dan bertanggung jawab,".
Menurutnya, terdapat empat pilar penting yang harus dikuasai orang tua versi Kominfo RI:
Para peserta, yang mayoritas adalah orang tua dari siswa sekolah dasar, berbagi pengalaman dan tantangan nyata yang mereka hadapi. Umumnya, risiko yang paling dikhawatirkan adalah kecanduan gawai dan paparan konten negatif (pornografi, kekerasan, atau cyberbullying).
|
Risiko yang Dihadapi |
Manfaat yang Diambil |
|
Kecanduan Gawai (Anak sulit lepas dari layar) |
Akses Informasi/Belajar (Rumah belajar, zenius, game edukatif, duolinggo, dan sebagainya) |
|
Konten Negatif (Paparan kekerasan, pornografi, hoaks) |
Konten Positif (video sains sederhana lewat Youtube, cerita rakyat, dan fakta dunia) |
|
Penurunan Interaksi Sosial (Menyendiri dengan gawai) |
Kreativitas dan Skill (Mengasah kemampuan editing video sederhana atau menggambar digital) |
Strategi Praktis yang dapat dilakukan oleh Orang Tua Siswa:
Mengambil Manfaat: Mengubah Gawai Menjadi Alat Pengembangan Diri
Keluarga melek digital tidak hanya fokus pada pencegahan risiko, tetapi juga pada pemanfaatan peluang. Dunia digital adalah sumber belajar tanpa batas.
Keluarga melek digital menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat keluarga dan mengembangkan potensi anak, bukan sebagai pengasuh atau penghalang komunikasi. Kolaborasi antara orang tua dan sekolah, seperti yang terjadi di Desa Pulerejo ini, adalah langkah penting untuk memastikan generasi penerus dapat tumbuh cerdas, bijak, dan aman di tengah derasnya arus informasi.
Keluarga melek digital bukan hanya tentang menghindari risiko, tetapi juga tentang memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi. Melalui pembelajaran yang terarah dan kesadaran akan kebaikan dan bahaya, orang tua dapat memberikan fondasi yang kuat bagi anak-anak mereka untuk menavigasi dunia digital dengan aman. Kesadaran dan kerjasama antara orang tua dan anak-anak adalah kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan produktif.